Rabu, 28 September 2016

Crochet Abbreviations (Singkatan-singkatan dalam Merajut Kait)


Halo....

Awalnya saya berkenalan dengan merajut kait  waktu saya kelas 5 SD sekitar tahun 80-an (ketahuan ya umurnya :D ) di Ambon, Maluku, Indonesia. saya diajari oleh pengasuh saya yang biasa saya panggil Oma Cory (no wonder ya merajut identik dengan oma-oma). Pada masa itu tidak banyak benang yang tersedia, apalagi saya tinggal di kota yang jauh sekali dari Jakarta. Jadi saya belajar dengan menggunakan benang acrylic gulungan (tapi biasanya disebut benang wol) yang biasa saya pakai untuk membuat kristik (oh iya, kristik is my first love, teman-teman bisa mampir ke toko kristik online saya untuk melihat-lihat design kristik saya). Untuk jarumnya saya memakai jarum merek tulip yang terbuat dari besi. sangat sederhana.

Awal-awal belajar saya hanya diajari tusuk rantai (ch st), setengah tusuk ganda (hdc), tusuk ganda (dc) dan tusuk triple (tr). proyek yang saya buat ngga jauh-jauh dari syal. taplak meja, tatakan gelas, pokoknya segala sesuatu yang bentuknya persegi empat atau persegi panjang. bosan juga ya....

Motif yang saya kerjakan juga ngga banyak, hanya membuat 3 tusuk ganda dalam satu tusuk (3-dc st), atau tusuk ganda 3 kali, rantai 1, tusuk ganda 3 kali lagi.....begitu seterusnya. Tapi ternyata untuk anak umur 10 tahun pada saat itu saya termasuk tekun dan rajin loh! walaupun mengerjakannya butuh waktu yang lama. Saya sangat berterima kasih kepada Oma Cory karena sangat sabar mengajari saya, walau kadang-kadang dia kesal sama saya karena ngga ngerti-ngerti (iyalah Oma, kadang-kadang si Oma ngajarinnya pakai Bahasa Belanda, susah cari padanannya di Bahasa Indonesia).

Okeh....kebahagiaan dengan Oma Cory tidak berlanjut lama, karena Ayah saya harus pindah tugas lagi keluar dari Ambon. Keluarga kami sangat nomaden, karena di satu daerah hanya tinggal paling lama 4 tahun. Dan begitu keluar dari Ambon, saya tidak pernah lagi mengerjakan merajut kait. pertama karena jarum saya hilang waktu pengepakan barang, kedua karena mulai ABG banyak hal yang mulai menarik hati, kecuali saya masih setia mengerjakan kristik.

Sampai suatu saat  saya kuliah di Malang, Jawa Timur, saya berjalan-jalan ke Alun-alun Kota Malang. didekat alun-alun ada satu toko yang menjual paket kristik dan benang-benang acrylic. iseng-iseng saya lihat koleksi mereka dan saya jatuh cinta dengan benang nylon. dan ternyata mereka juga menjual jarum merajut kait, yay.......ketemu lagi. sejak saat itu saya mulai lagi belajar merajut kait hanya berdasarkan ingatan dan kebiasaan. Waktu itu sih belum ada buku-buku merajut, apalagi internet....wong membuat tugas kuliah saya masih pakai mesin tik :D

Selesai kuliah saya kembali lagi ke Jakarta dan melupakan lagi merajut kait. Sampai sekitar tahun 2001 ketika saya mulai aktif sebagai pengguna internet, saya mulai browsing pola-pola di internet. waktu itu sih merajut kait (crochet) dan merajut (knitting) belum booming. Saya mulai mengoleksi buku-buku merajut kait dan merajut yang saya beli online dari luarnegeri. dan setiap ada yang keluar negeri terutama AS pasti saya titip dibelikan jarum rajut.

akhirnya mulailah menumpuk koleksi buku-buku dan jarum tapi belum dipakai karena tidak pernah membeli benang. rasanya benang yang dijual kurang cocok. Untungnya bersamaan dengan itu mulai trend group-group dan komunitas hobby sehingga saya mulai tahu beberapa toko benang yang salah satunya berada di Asemka. kemudian mulai muncul toko kerajinan dengan sistem franchise yang buka di mall-mall besar salah satunya yang sering saya kunjungi adalah di kawasan Kelapa Gading.

Mungkin banyak teman-teman yang seperti saya. Pada awal-awal menyenangi merajut kait saya sangat antusias sekali ingin belajar dan berniat membuat sweater atau tunic (hahahahaha.....terlalu ambisius buat pemula). Tetapi begitu melihat pola, terutama yang berbahasa Inggris semangat langsung menciut karena banyak istilah-istilah dan singkatan-singkatan yang tidak saya pahami dan tidak tahu juga bagaimana caranya. Tetapi benar kata pepatah "learning by doing" lama-lama saya terbiasa dengan istilah-istilah tersebut.

Berikut beberapa singkatan-singkatan yang digunakan dalam merajut kait, saya mencoba mencari padanannya dalam Bahasa Indonesia, tapi pasti masih banyak yang kurang.



Selamat merajut :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar